fadilah/keutamaan berselawat kepada Rasulullah
ِAllah Ta’ala berfirman“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya
bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian
untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. (QS. Al-Ahzab: 56)
Imam Al-Bukhari berkata, “Abul Aliyah berkata, “Shalawat
Allah Ta’ala kepada beliau adalah pujian-Nya kepada beliau di hadapan para
malaikat. Adapun shalawat para malaikat (kepada beliau) adalah bermakna doa
(mereka untuk beliau).”
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ عَشَرًا
“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah
akan bershalawat untuknya 10 kali”. (HR. Muslim: 384)
Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu
alaihi wasallam beliau bersabda:
أَكْثِرُوا الصَّلاَةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ
وَليلَةَ الْجُمُعَةِ, فَمَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشَرًا.
“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari dan malam Jumat,
karena barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali maka Allah akan bershalawat
kepadanya 10 kali”. (HR. Al-Baihaqi (3/249) dan dinyatakan shahih oleh
Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 1407)
Dari Ali bin Al-Husain radhiallahu anhu dari Nabi
shallallahu alaihi wasallam beliau bersabda
لاَ تَجْعَلُوْا قَبْرِيْ عِيْداً، وَلاَ
تَجْعَلُوْا بُيُوْتَكُمْ قُبُوْراً، وَصَلُّوْا عَلَيَّ وَسَلِّمُوْا حَيْثُمَا كُنْتُمْ،
فَسَيَبْلُغُنِيْ سَلاَمُكُمْ وَصَلاَتُكُمْ.
“Janganlah kalian menjadikan kuburku sebagai id dan jangan
kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kubur. Bershalawat dan bertaslimlah
(ucapkan salam) kalian kepadaku dimanapun kalian berada karena salam dan
shalawat kalian akan sampai kepadaku”. (Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam
Tahdzirus Sajid hal. 98-99)
Menjadikannya sebagai id misalnya mengunjunginya pada
waktu-waktu tertentu.
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مَا مِنْ أَحَدٍ يُسَلِّمُ عَلَيَّ إِلاَّ
رَدَّ اللهُ عَلَيَّ رُوْحِيْ حَتَّى أَرُدُّ عَلَيْهِ السَّلاَمَ
“Tidak ada seorang pun yang mengucapkan taslim kepadaku
kecuali Allah akan mengembalikan rohku sehingga saya bisa membalas taslimnya”.
(HR. Abu Daud no. 2041, Ahmad: 2/527, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani
dalam Shahih Al-Jami’ no. 5679)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam bersabda:
رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ
فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ
“Kecelakaan atas seorang hamba yang namaku disebut di
sisinya lantas dia tidak bershalawat kepadaku”. (HR. At-Tirmizi no. 3545 dan
dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Kami’ no. 3510)
Ar-Rasul shallallahu alaihi wasallam mempunyai banyak hak dari
umatnya. Di antara hak tersebut adalah cintai kepada beliau. Dan di antara
bentuk mencintai beliau adalah memperbanyak shalawat kepada beliau kapanpun
-terlebih jika ada dalil yang menyebutkan keutamaan shalawat pada hari tertentu
seperti pada hari dan malam jumat-dan dimanapun kita berada -apalagi jika ada
dalil khusus yang menunjukkan tempat tertentu disunnahkan shalawat di situ,
seperti ketika akan keluar masuk masjid-.
Karena sangat besarnya hak beliau shallallahu alaihi
wasallam yang satu ini, sampai-sampai Allah Ta’ala memerintahkan para malaikat
dan seluruh kaum mukminin agar bershalawat kepada Nabi. Dan Nabi mengabarkan
bahwa siapa saja yang bershalawat untuk beliau sekali maka Allah akan membalas
shalawatnya sebanyak 10 kali.
Bahkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengancam dengan doa kecelakaan atas siapa saja yang tidak bershalawat kepada beliau ketika nama beliau disebut. Maka ini semakin mengutkan pendapat sebagian ulama yang menyatakan wajibnya bershalawat kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam setiap kali nama beliau disebut.
Dan di antara keistimewaan dan kemudahan ibadah yang satu ini, seorang muslim tidak perlu repot-repot untuk mendatangi kubur Nabi shallallahu alaihi wasallam jika hanya sekedar ingin mengirim shalawat dan salam. Karena dimanapun seseorang, tatkala dia membaca shalawat maka shalawat ini akan diantar oleh para malaikat kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, lalu Allah akan mengembalikan roh beliau ke jasad beliau guna menjawab salam umat beliau.wallahu a’lam bishshawab.





