Selasa, 14 Juni 2011

fadilah/keutamaan berselawat kepada Rasulullah

ِAllah Ta’ala berfirman“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. (QS. Al-Ahzab: 56)

Imam Al-Bukhari berkata, “Abul Aliyah berkata, “Shalawat Allah Ta’ala kepada beliau adalah pujian-Nya kepada beliau di hadapan para malaikat. Adapun shalawat para malaikat (kepada beliau) adalah bermakna doa (mereka untuk beliau).”
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشَرًا

Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya 10 kali”. (HR. Muslim: 384)

Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam beliau bersabda:

أَكْثِرُوا الصَّلاَةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَليلَةَ الْجُمُعَةِ, فَمَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشَرًا.

Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari dan malam Jumat, karena barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali maka Allah akan bershalawat kepadanya 10 kali”. (HR. Al-Baihaqi (3/249) dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 1407)
Dari Ali bin Al-Husain radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam beliau bersabda

لاَ تَجْعَلُوْا قَبْرِيْ عِيْداً، وَلاَ تَجْعَلُوْا بُيُوْتَكُمْ قُبُوْراً، وَصَلُّوْا عَلَيَّ وَسَلِّمُوْا حَيْثُمَا كُنْتُمْ، فَسَيَبْلُغُنِيْ سَلاَمُكُمْ وَصَلاَتُكُمْ.

Janganlah kalian menjadikan kuburku sebagai id dan jangan kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kubur. Bershalawat dan bertaslimlah (ucapkan salam) kalian kepadaku dimanapun kalian berada karena salam dan shalawat kalian akan sampai kepadaku”. (Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Tahdzirus Sajid hal. 98-99)

Menjadikannya sebagai id misalnya mengunjunginya pada waktu-waktu tertentu.
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْ أَحَدٍ يُسَلِّمُ عَلَيَّ إِلاَّ رَدَّ اللهُ عَلَيَّ رُوْحِيْ حَتَّى أَرُدُّ عَلَيْهِ السَّلاَمَ

Tidak ada seorang pun yang mengucapkan taslim kepadaku kecuali Allah akan mengembalikan rohku sehingga saya bisa membalas taslimnya”. (HR. Abu Daud no. 2041, Ahmad: 2/527, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 5679)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ

Kecelakaan atas seorang hamba yang namaku disebut di sisinya lantas dia tidak bershalawat kepadaku”. (HR. At-Tirmizi no. 3545 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Kami’ no. 3510)

Ar-Rasul shallallahu alaihi wasallam mempunyai banyak hak dari umatnya. Di antara hak tersebut adalah cintai kepada beliau. Dan di antara bentuk mencintai beliau adalah memperbanyak shalawat kepada beliau kapanpun -terlebih jika ada dalil yang menyebutkan keutamaan shalawat pada hari tertentu seperti pada hari dan malam jumat-dan dimanapun kita berada -apalagi jika ada dalil khusus yang menunjukkan tempat tertentu disunnahkan shalawat di situ, seperti ketika akan keluar masuk masjid-.

Karena sangat besarnya hak beliau shallallahu alaihi wasallam yang satu ini, sampai-sampai Allah Ta’ala memerintahkan para malaikat dan seluruh kaum mukminin agar bershalawat kepada Nabi. Dan Nabi mengabarkan bahwa siapa saja yang bershalawat untuk beliau sekali maka Allah akan membalas shalawatnya sebanyak 10 kali.

Bahkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengancam dengan doa kecelakaan atas siapa saja yang tidak bershalawat kepada beliau ketika nama beliau disebut. Maka ini semakin mengutkan pendapat sebagian ulama yang menyatakan wajibnya bershalawat kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam setiap kali nama beliau disebut.

Dan di antara keistimewaan dan kemudahan ibadah yang satu ini, seorang muslim tidak perlu repot-repot untuk mendatangi kubur Nabi shallallahu alaihi wasallam jika hanya sekedar ingin mengirim shalawat dan salam. Karena dimanapun seseorang, tatkala dia membaca shalawat maka shalawat ini akan diantar oleh para malaikat kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, lalu Allah akan mengembalikan roh beliau ke jasad beliau guna menjawab salam umat beliau.wallahu a’lam bishshawab.

Minggu, 12 Juni 2011

Surat cintaku buat Rasulullah



Untukmu,lelaki penuh pesona^_^

Assalamu'alikum. Wr. Wb

Teriring getar cinta yang kian menggelayuti hati akan kerinduanku padamu, aku mengucap syukur yang tak terhingga kepada dzat yang maha Pengasih yang kutau tak pernah pilih kasih, kepada Maha penyayang yang sayangnya kian tak berbilang, karena aku kini berada dibaris panjang jalan yang kau bentangkan atas nama perjuangan, yaa semoga aku senantiasa memegang kukuh tali yang Rabb ulurkan melalui jari perkasamu.

Getar salawat untukmu yang begitu kucintai,, wahai Rasul Alloh yang tak alpha kau menyebut ummatmu bahkan ketika nafasmu semakin tersengal diantara lembutnya izrail mengambil nyawamu. Kau yang selalu mewanti- wanti kami agar tetap menjaga dan meri'ayah keimanan. Kau yang kini ada di syurga sana menanti hadirnya kami,di telaga indah itu, ya Rasul sungguh, begitu besar rasa rindu ini padamu,rindu jasad ini bersua dengan parasmu yang memukau, rindu jiwa ini bersentuh dengan lembutnya jiwamu.

Ya,rasul.. sebenarnya hari ini aku galau, galau nian aku menyaksikan ummatmu yang begitu kau perjuangkan dulu, kini seakan- akan menjadi ummat yang tak pernah punya nabi, menjadi ummat yang seolah- olah tak akan pernah merasakan sakitnya pencabutan nyawa, bagaimana tidak ya Rasul? begitu ringan lidah mereka mencerca tiap sunnah yang kau wariskan atas nama perkembangan zaman, bukankah sunnahmu tak mengenal perubahan zaman? yang kutau tauladanmu akan senantiasa berlaku hari ini sampai semua jiwa harus mengurai dari jasad, dan pergi mempertanggungjawabkan tiap lakunya di dunia.

Bagaimana tidak ya Rasul? begitu merasa hebatnya mereka, sampai lupa dengan penciptaNya dan berani berlisan bahwa Al- Qur'an harus di revisi, sekali lagi dengan mengkambing hitamkan zaman. Yang kuingat semua ini telah kau kabarkan dulu dan kini semuanya terjadi, persis.


Hari ini semua ketabuan menjelma menjadi kebiasaan, kebiasaan yang dilegalkan,, zina menjadi tontonan yang membuat mereka tepuk tangan, memakan harta yang bukan miliknya menjadi sesuatu yang begitu rugi jika tak mereka kerjakan, dan itu dikerjakan oleh mereka yang seharusnya menjadi ulir 'amri yang kami teladani.


Kaum kami berlari tanpa malu berteriak memamerkan tiap lekuk tubuhnya, di pasar, dipinggir jalan, bukankah dulu sahabiyahmu menarik kelambu- kelambu untuk menutupi tubuh mereka saat turun perintah berhijab itu??


Para aktivis sudah kehilangan izzah, dan lupa bahwa engkau lebih rela menggenggambara api dibandingkn bersentuhan kulit dengan yang bukan mahram, sedang mereka begitu renyah bercanda dan berjabat tangan dengan rekan ikhwan/akhawatnya sembari gagah melantangkangkan "LA TAQROBU ZINA".


Kaum musibuk berdebat dengan saudara seakidah sedang kaum kafir mereka peluk denganerat, bangganya mereka menjadi pemimpin yang menginjak duafa yang begitu kau muliakan. Para ibu yang seharusnya begitu mulia dengan gelar keibuanya tega membuang si kecil tak berdosa di got- got kota hanya karena lupa bahwa mereka masih punya pencipta.

Ada apa ini wahai rasul? kian jelas tanda- tanda penutup zaman malambai ke arah kami,Kian dekat persaksian para batu yang terlempar dari tangan- tangan adik-adik kecil di palestina, kian banyak para syuhada yang gugur dengan menyematkan rindu bertemu dengan Rabbmu dan dirimu, sedang kami hanya mampu menangis memandang iri dengan keberuntungan mereka, ada dimanakah kami diantara mereka?

mungkin kau menangis di sana wahai Rasul menyaksikan bodohnya kami, menyimpan tiap sunnahmu hanya dalam lemari dan tak pernah kami keluarkan. Maafkan kami ya rasul kami punya tangan tetapi lumpuh untuk membungkam kebiadaban mereka, kami punya lidah tetapi gagu untuk berteriak menghentikan mereka. Hanya air mata ya Rasul yang terus tertumpah menjadi saksipengutukan kami atas mereka.


Ya,Rasul cukuplah kutumpahkan risau hari ini, karena waktu terus melaju dan aku harus bergegas menunaikan kebutuhanku akan dakwahmu, dengan agenda Syuro, dan aneka warna dakwahmu di atas indahnya jalinan ukhuwah yang kau ajarkan, di atas kekokohan azzam dan gaung rindu untuk nanti bisa bertemu dengan wajah Rabb dan wajahmu di telaga indah itu...

"From ukhti with love,Ratnawati hamid"
mahasiswi Universitas Mataram