Surat cintaku buat Rasulullah
Untukmu,lelaki penuh pesona^_^
Assalamu'alikum. Wr. Wb
Teriring getar cinta yang kian menggelayuti hati akan kerinduanku padamu, aku mengucap syukur yang tak terhingga kepada dzat yang maha Pengasih yang kutau tak pernah pilih kasih, kepada Maha penyayang yang sayangnya kian tak berbilang, karena aku kini berada dibaris panjang jalan yang kau bentangkan atas nama perjuangan, yaa semoga aku senantiasa memegang kukuh tali yang Rabb ulurkan melalui jari perkasamu.
Getar salawat untukmu yang begitu kucintai,, wahai Rasul Alloh yang tak alpha kau menyebut ummatmu bahkan ketika nafasmu semakin tersengal diantara lembutnya izrail mengambil nyawamu. Kau yang selalu mewanti- wanti kami agar tetap menjaga dan meri'ayah keimanan. Kau yang kini ada di syurga sana menanti hadirnya kami,di telaga indah itu, ya Rasul sungguh, begitu besar rasa rindu ini padamu,rindu jasad ini bersua dengan parasmu yang memukau, rindu jiwa ini bersentuh dengan lembutnya jiwamu.
Ya,rasul.. sebenarnya hari ini aku galau, galau nian aku menyaksikan ummatmu yang begitu kau perjuangkan dulu, kini seakan- akan menjadi ummat yang tak pernah punya nabi, menjadi ummat yang seolah- olah tak akan pernah merasakan sakitnya pencabutan nyawa, bagaimana tidak ya Rasul? begitu ringan lidah mereka mencerca tiap sunnah yang kau wariskan atas nama perkembangan zaman, bukankah sunnahmu tak mengenal perubahan zaman? yang kutau tauladanmu akan senantiasa berlaku hari ini sampai semua jiwa harus mengurai dari jasad, dan pergi mempertanggungjawabkan tiap lakunya di dunia.
Bagaimana tidak ya Rasul? begitu merasa hebatnya mereka, sampai lupa dengan penciptaNya dan berani berlisan bahwa Al- Qur'an harus di revisi, sekali lagi dengan mengkambing hitamkan zaman. Yang kuingat semua ini telah kau kabarkan dulu dan kini semuanya terjadi, persis.
Hari ini semua ketabuan menjelma menjadi kebiasaan, kebiasaan yang dilegalkan,, zina menjadi tontonan yang membuat mereka tepuk tangan, memakan harta yang bukan miliknya menjadi sesuatu yang begitu rugi jika tak mereka kerjakan, dan itu dikerjakan oleh mereka yang seharusnya menjadi ulir 'amri yang kami teladani.
Kaum kami berlari tanpa malu berteriak memamerkan tiap lekuk tubuhnya, di pasar, dipinggir jalan, bukankah dulu sahabiyahmu menarik kelambu- kelambu untuk menutupi tubuh mereka saat turun perintah berhijab itu??
Para aktivis sudah kehilangan izzah, dan lupa bahwa engkau lebih rela menggenggambara api dibandingkn bersentuhan kulit dengan yang bukan mahram, sedang mereka begitu renyah bercanda dan berjabat tangan dengan rekan ikhwan/akhawatnya sembari gagah melantangkangkan "LA TAQROBU ZINA".
Kaum musibuk berdebat dengan saudara seakidah sedang kaum kafir mereka peluk denganerat, bangganya mereka menjadi pemimpin yang menginjak duafa yang begitu kau muliakan. Para ibu yang seharusnya begitu mulia dengan gelar keibuanya tega membuang si kecil tak berdosa di got- got kota hanya karena lupa bahwa mereka masih punya pencipta.
Ada apa ini wahai rasul? kian jelas tanda- tanda penutup zaman malambai ke arah kami,Kian dekat persaksian para batu yang terlempar dari tangan- tangan adik-adik kecil di palestina, kian banyak para syuhada yang gugur dengan menyematkan rindu bertemu dengan Rabbmu dan dirimu, sedang kami hanya mampu menangis memandang iri dengan keberuntungan mereka, ada dimanakah kami diantara mereka?
mungkin kau menangis di sana wahai Rasul menyaksikan bodohnya kami, menyimpan tiap sunnahmu hanya dalam lemari dan tak pernah kami keluarkan. Maafkan kami ya rasul kami punya tangan tetapi lumpuh untuk membungkam kebiadaban mereka, kami punya lidah tetapi gagu untuk berteriak menghentikan mereka. Hanya air mata ya Rasul yang terus tertumpah menjadi saksipengutukan kami atas mereka.
Ya,Rasul cukuplah kutumpahkan risau hari ini, karena waktu terus melaju dan aku harus bergegas menunaikan kebutuhanku akan dakwahmu, dengan agenda Syuro, dan aneka warna dakwahmu di atas indahnya jalinan ukhuwah yang kau ajarkan, di atas kekokohan azzam dan gaung rindu untuk nanti bisa bertemu dengan wajah Rabb dan wajahmu di telaga indah itu...
"From ukhti with love,Ratnawati hamid"
mahasiswi Universitas Mataram



0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda